Posts
Menghakimi
- Get link
- X
- Other Apps
Beberapa waktu lalu saya bertemu seorang teman yang sempat absen karena ada urusan di kota lain. Ketika kami bertemu kembali dan mengobrol seperti biasanya, dia menceritakan masalahnya. Betapa peliknya masalah tersebut hingga banyak yang men-cap-nya dengan label buruk dan sayangnya saya menyaksikan sendiri orang - orang sedang membicarakan keburukannya.
BERDUKA
- Get link
- X
- Other Apps
Deg. Tiba – tiba dadaku terasa perih. Seperti ada yang meninjunya dengan keras. Kutarik napas dalam – dalam beberapa kali tapi hanya menyisakan hampa. Kini aku kembali berduka. Berduka karena pilihanku sendiri. Pikiranku melayang jauh dan berhenti di tanggal 7 Desember 2002. Ah, sudah lebih dari satu dekade aku berduka. Jika mengingat masa itu, aku seperti mayat hidup. Tapi aku tak punya pilihan. Karena aku sudah memutuskan dan Tuhan telah menakdirkannya.
Me Lang Kah
- Get link
- X
- Other Apps
puisidadan Berapa lama kita berpisah? sehari? dua hari? dua minggu? atau lebih? Entah aku harus bahagia atau malah menjadi pesakitan. Aku harus melangkah. Melangkah bagaimana sementara kau sendiri berkata melangkah itu tidak mudah. Bisa saja kau tuliskan beribu kata tentang keajaiban yang akan terjadi begitu aku melangkah. Bisa kah kau menjelaskannya padaku apa itu melangkah? Bisa kah kau membuktikan dirimu bahwa engkau tidak sedang takut pada masa lalumu? Atau kau sedang bernegosiasi dengan takdirmu di masa depan?
To Do List at Twenty
- Get link
- X
- Other Apps
Usia 20 Tahunan memang masa paling monumental dalam kehidupan kita. Seperti yang sebelumnya telah kita bahas dalam “7 Kesalahan yang Harusnya Tidak Dilakukan di Usia 20 Tahunan” dan “Menemukan Sejatinya Diri Kita di Usia 20 Tahunan” . Kali ini kita akan membahas apa saja yang mungkin bisa kita mulai untuk membuat Usia 20 tahunan kita sebagai masa yang monumental dan berpengaruh positif pada masa depan kita jauh kedepan.