Me Lang Kah


Berapa lama kita berpisah? sehari? dua hari? dua minggu? atau lebih?
Entah aku harus bahagia atau malah menjadi pesakitan. Aku harus melangkah. Melangkah bagaimana sementara kau sendiri berkata melangkah itu tidak mudah. Bisa saja kau tuliskan beribu kata tentang keajaiban yang akan terjadi begitu aku melangkah.

Bisa kah kau menjelaskannya padaku apa itu melangkah?

Bisa kah kau membuktikan dirimu bahwa engkau tidak sedang takut pada masa lalumu?

Atau kau sedang bernegosiasi dengan takdirmu di masa depan?

Aku tahu kau sibuk dengan duniamu dan semakin lama menjauh dariku. Hanya saja aku tidak tahu apa yang selama ini benar - benar kau takutkan.

Hei Luna,
Bolehkah aku mengecapmu egois? Bolehkah aku memakimu karena menjadikan aku bayangan yang bahkan tidak bisa melihat rupaku sendiri?

Luna,

Aku tidak tahu harus bagaimana. Kau tahu aku sudah mengusahakan segalanya tapi itu semua tidak berarti apa - apa untukmu. Kau berkata aku harus melangkah tapi dirimu sendiri takut melihat bayanganmu.

Aku tidak tahu bagaimana membaca dirimu. Setiap kali aku hampir menerkamu, jawaban itu selalu salah. Alhasil, aku hanya melihat dirimu dari sudut pandangmu.

Kau seperti bayangan bulan di permukaan. Tampak dekat dan begitu kusentuh, baru kusadari bahwa kau terlampau jauh.

Akibatnya, aku tenggelam. Beberapa kali aku mencoba menggapai permukaan tapi sinarmu yang sendu selalu mencoba menarikku ke dasar.

Kau membangunkanku diantara mimpi dan ketika aku sadar, kau menidurkanku kembali.

Kau berkata padaku untuk melangkah tapi aku selalu mengurungkan niat. Karena aku tidak sanggup. Silakan saja kau sebut aku melankolis atau cengeng sekali pun. Tapi aku tidak pernah bermain - main dengan cinta.

Aku tidak mengerti padamu yang memang benar mencari rupa cinta atau malah bermain api dengannya.

Aku bisa mempercayaimu segenap hatiku. Tapi aku sangat sadar bahwa ada bahaya di balik matamu. Bahaya yang bisa mematikanku dan membuatmu menari - nari di atas pusaraku.

Begini saja...
Jika kau tidak bisa memberi tahuku rahasia tentang bagaimana caranya melangkah, maka beritahu aku bagaimana cara melepasmu.






Comments

Popular posts from this blog

Masih adakah Peduli itu?