BERDUKA
Deg. Tiba – tiba dadaku terasa perih. Seperti ada yang meninjunya dengan keras. Kutarik napas dalam – dalam beberapa kali tapi hanya menyisakan hampa. Kini aku kembali berduka. Berduka karena pilihanku sendiri. Pikiranku melayang jauh dan berhenti di tanggal 7 Desember 2002. Ah, sudah lebih dari satu dekade aku berduka. Jika mengingat masa itu, aku seperti mayat hidup. Tapi aku tak punya pilihan. Karena aku sudah memutuskan dan Tuhan telah menakdirkannya.