Menghakimi

Beberapa waktu lalu saya bertemu seorang teman yang sempat absen karena ada urusan di kota lain. Ketika kami bertemu kembali dan mengobrol seperti biasanya, dia menceritakan masalahnya. Betapa peliknya masalah tersebut hingga banyak yang men-cap-nya dengan label buruk dan sayangnya saya menyaksikan sendiri orang - orang sedang membicarakan keburukannya.

Saya melihatnya cukup tertekan dengan masalah tersebut. Dia menceritakan masalahnya kepada orang lain tapi balasannya adalah mereka memojokkannya dan menghakimi bahwa sepantasnya keburukan ada itu akibat kesalahan yang ia perbuat.

Judge the people. Tanpa sadar diri ini senang sekali menghakimi orang lain akibat satu sudut pandang yang hiperbolis dan sering kali subjektif dengan latar satu peristiwa. Padahal masih ada selubung - selubung peristiwa lain yang jika disingkap maka akan menghasilkan interpretasi yang berbeda bahkan yang sebenarnya.

Tapi apa daya jika kebiasaan ini telah membudaya tanpa pandang bulu. Hidup dan berputar pada kekolotannya masing - masing. Merasa dirinya lebih baik padahal sama atau bahkan lebih buruk dari yang dihakimi. Kemudian, pada akhirnya membentuk pribadi yang tinggi hati dan penuh kebencian.

Apa yang saya tahu adalah setiap orang memiliki alasannya tersendiri dan tidak berhak dihakimi dengan satu sudut pandang.

-Curious about people is easier, listen to them is easy, understanding them is hard, but judging them is way easiest-





Comments

Popular posts from this blog

Masih adakah Peduli itu?