(renungan) Mulutmu Harimaumu!
"bego kamu"
"brengsek kamu..."
"gak tau apa tuli kamu?!"
dan masih banyak lagi.
pernah mendengar kata-kata di atas? tentu sudah pernah. jarang sekali ada orang yang tidak mendengar satu kata yang mirip dengan contoh diatas sepanjang hidupnya.
bagaimana perasaan anda saat mendengar kata-kata tersebut?
marah?
jengkel?
biasa saja karena sudah biasa mendengarnya?
atau ingin membalasnya?
siapa yang hatinya tidak mangkel saat mendengar kata-kata diatas atau semacamnya. dilihat dari yang mengatakannya, tentu ada beragam alasan. ada yang mengatakan hanya untuk bercanda, ungkapan perasaan dirinya kalau sedang marah, atau perasaan tidak suka terhadap orang yang dituju.
bagi orang yang hatinya sensitif, tentu hal ini bisa menyakitkan dan kadang-kadang bisa berujung pada permusuhan. saya sendiri, juga rasanya marah kalau ada orang yang mengatai saya karena apa? mungkin mereka sedang jengkel, atau ingin melampiaskan kekesalan mereka tapi tidak pada tempatnya dan cara yang tepat.
sebagai ciptaan mahluk hidup yang dikaruniai lidah cs oleh Tuhan, sebaiknya kita menjaganya. setidaknya TIDAK mengatakan kata-kata seperti yang diatas. karena saya merasakan juga bagaimana rasanya dikatai, dan apabila membalasnya, maka orang tersebut akan merasakannya pula. ini bukan masalah membalas dendam, tapi bagaimana kita mempertahankan hubungan kita.
jadi, apa salahnya untuk mencoba untuk tidak bicara kasar? meskipun logat kita terdengar seperti orang marah, tapi setidaknya kita berbicara untuk makna yang baik, bukan untuk menghina.
ingat, sepatah kata yang diucapkan itu akan mempengaruhi perputaran kehidupan kita dan akan dipertanggungjawabkan.
kadang pepatah "diam itu emas" sangat berguna saat berada di situasi seperti itu.
>_<

Comments
Post a Comment