(renungan) Mereka Ini Itu... Yang Begini Aja!

suatu pagi, teman saya Nina, berkata  pada ibunya. "Mah, nggak bole loh pake sanggul," lalu ibunya bertanya "kenapa?" dan Nina pun menjawab "Nina baca Hadits kalo wanita itu nggak bole pake sanggul. dosa Mah," "Ah kamu! itu pasti ajarannya kelompok (islam) B yang kamu ikutin itu kan?! sapa bilang nggak bole. nanti kamu juga make itu pas nikah" ibunya merespon dengan nada tinggi.
" Enggaklah aku make itu!" sanggah Nina. "Udah deh Nin! kita ikut yang umum-umum aja. nggak usah ikut-ikutan mereka yang berjilbab apa segala macem!"


nah, itu penggalan cerita dari temenku. kalo kamu gimana? uda pernah ngalamin yaaa yg kurang lebih ma diatas? kalo iya.. wajib baca seterusnya. en buat yang belum pernah ngalamin juga wajib buat baca.hehehehe


hhhmmm..oke... kita mulaiiiii dariii mana yaaa.. oke yang ini aja..
begini , bisa nggak bempernya diganti sama yang warna ijo-ijo lemper itu ?? *nah loooo* yang serius soankkkk...

kita hidup di negara yang sebagian masyarakatnya beragama islam dan hidup dalam kebudayaan yang beragam, toleransi beragama yang terjaga (katanya sih). tapi, tanpa kita sadari, pola pikir kita terbentuk oleh suatu doktrin/paham/ideologi yang gak jelas asal muasalnya dari mana yang tiba-tiba muncul ke permukaan dan kita terima aja tanpa disaring dulu.

yaitu terorisme.

apa yang terpikir di benak anda saat mendengar kata terorisme? apa orang-orang berjanggut, celana tanggung, dan meneriakkan allohuakbar atau berjubah hitam dengan cadar atau yang berjas sambil bawa gadget en koar sana-sini? pasti yang pertama atau yang kedua kan?

nah, apa hubungannya terorisme sama cerita yang diatas? begini, kita liat teroris-teroris itu agamanya islam. pakaiannya yang bercadar dan berjubah panjang untuk wanita dan berjenggot, celana gantung buat yang pria. fahamnya beda dari yang lain. ikut organisasi yang tujuannya kita bilang aneh, ga jelas, mustahil, de el el. namanya juga orang indonesia, rata-rata mudah terhasut en terdoktrin pikirannya kalo yang begituan itu sudah pasti teroris.

nah, dari teroris ini merembet ke hubungan sosial (yang lebih keliatan). misalnya jaga jarak ma orang yang pakaiannya kayak teroris. tapi yang hampir bugil kita puja-puja. ada diskriminasi yang terjadi.

coba pikirin! kita agamanya islam! tapi kepisah jadi dua jalur. jalur umum ya orang-orang berpakaian ngikutin budaya yang gatau sumbernya dari mana. pokoknya asal pake kerudung itu islam. sekedar jalanin rukun islam atau ikut-ikutan jalanin ini itu yang ada embel-embel islam.

jalur kedua y yang dianggap teroris tadi.

sekarang mari kita merenung. kalau memang kita manusia yang berfikir, apa kita mau terima aja apa yang diberitakan oleh media tentang terorisme? nggak usah jauh-jauh, bagaimana perasaan saat orang yang satu agama kita yang bilang nabi bersaudara menjadi (dicap) teroris? biasa-biasa aja? apa selamanya kita mau jadi orang yang mau didoktrin ini itu ?

sebagai manusia yang diciptakan paling tinggi derajatnya, harusnya kita sadar. harusnya kita mencari tau. bukan hanya sekedar tau dari satu sumber yang belum tentu dapat dipercaya.
cari apa sebenarnya itu terorisme.
siapa yang mendalangi terorisme.
siapa yang mencetuskan terorisme pertama kali.
akar/asal muasal terorisme itu darimana.
penyebab terorisme pertama.
keotentikan/kesahan tragedi terorisme itu sendiri. banyak ternyata berita teroris yang diputarbalik faktanya dengan tujuan tertentu.

bukannya langsung mencap orang yang begini begitu teroris. sudah terlalu lama kita tertidur. terbuai dengan ini itu. hidup dalam ambiguitas.

untuk yang mengaku dirinya islam. jangan sekedar rukun islam aja yang dijalanin bro. islam jauh lebih kompleks dan cuma SATU. bukannya aku chauvinis ato apa. aku cuma mau ngungkapin yang mungkin bisa direnungkan.

ideologi tidak bisa menjadi agama tapi agama bisa menjadi ideologi.
mari kita berfikir kritis.


mohon maaf apabila ada yang tersinggung*









Comments

Popular posts from this blog

Masih adakah Peduli itu?